Jumat, 03 April 2026

AI Minta Maaf

Seorang teman suka sekali berdebat dengan AI Chatbot tentang berbagai hal. Ia menuturkan bahwa seringkali aplikasi AI Chatbot tersebut kewalahan menjawab pertanyaan. Padahal banyak orang bilang bahwa AI itu pinter. Ya, memang AI dapat dikatakan pinter karena ia mengumpulkan jawaban atas pertanyaan berdasar data masukan yang ada di web. Jadi, AI mencari jawab dari berbagai macam sumber yang ada di web lalu merangkumnya untuk menjawab pertanyaan. Kira-kira begitu. Tetapi, hal yang aneh adalah, si AI ini seringkali, setelah saya ikut mencoba, kewalahan menjawab pertanyaan yang kita tanyakan berdasar pada jawaban yang ia berikan. Artinya, kita memancing AI untuk berdebat dengan dirinya sendiri. Lebih lucu lagi, ketika jawaban yang ia berikan sedikit berbeda dengan jawaban sebelumnya, dan ini yang kita tanyakan, maka si AI ini minta maaf dan mengakui ketidakkonsistenan antara jawaban yang ia berikan sebelumnya dan yang kemudian. Ini sebenarnya biasa saja karena sumber data yang digunakan untuk menjawab yang sebelumnya dan yang kemudian itu berasal dari situs berbeda. Mengapa biasa, ya karena penulis di situs-situs itu orangnya beragam, tingkat intelektual dan pengetahuan beragam, sumber pokoknya beragam, dan kepentingannya juga beragam. Jadi wajar saja kalau AI mengumpulkan dan menyimpulkan jawaban atas pertanyaan dari berbagai sumber data sebelumnya berbeda sumber data yang digunakan untuk menjawab yang berikutnya, meskipun pertanyaannya masih dalam bidang yang sama hanya berbeda kalimat pertanyaannya. Hasilnya bisa saling mendukung atau justru ada kontradiksi. Nah inilah yang ditemukan teman saya itu. AI berkontradiksi dengan dirinya sendiri. Tetapi menurut saya yang tidak wajar adalah, ketika kontradiksi ini kita ungkapkan, si AI akan meminta maaf. Ia mengakui kekeliruannya. Kata "minta maaf" ini yang cukup mengherankan, karena AI terlihat lemah sekaligus manusiawi. Kalau lemah itu logis karena ketercukupan data yang tersedia, tetapi kalau manusiawi ini yang mengherankan. Kok bisa begitu? Jangan-jangan di masa datang AI bisa lebih dari itu manusiawinya? (**)

Sedayu, 030426 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar